Bingung Mau Kredit Motor? Simak Simulasi Kredit Motor Sederhana Ini

Membeli motor dengan sistem kredit harus dipikirkan dan dipelajari secara matang. Zaman sekarang pembelian motor secara kredit merupakan cara yang paling disukai oleh banyak orang sebab kemudahan–kemudahan yang diberikan. Planning atau simulasi kredit motor harus diperhatikan baik–baik supaya Anda tahu mengenai penghitungan suku bunga, biaya lain–lain dan uang muka sesuai dengan jangka waktu atau tenor yang telah disepakati oleh calon debitur dengan pihak leasing alias kreditur.

Seperti yang sudah Anda ketahui, biasanya pihak leasing akan menetapkan suku bunga beserta angsuran pokok, biaya administrasi, serta biaya asuransi yang akan dibebankan kepada calon debitur.

Nah, kali ini kami akan memberi contoh simulasi sederhana mengenai tata cara penghitungan suku bunga, biaya pokok, dan biaya lain–lain yang harus dikeluarkan oleh calon debitur.

Berikut ini contohnya.

Suatu hari, Susi ingin membeli sebuah motor bekas dengan sistem pembayaran kredit. Namun, ia bingung tentang cara penghitungannya. Sedangkan motor yang akan ia beli seharga 20 juta rupiah dengan plafon kredit yang diberikan oleh kreditur sebesar 15 juta rupiah. Bunga yang dibebankan kepada Susi dari pihak leasing adalah 8% pertahun. Jangka waktunya selama 3 tahun alias 36 bulan. Biaya administrasi sebesar 50 ribu, dan premi asuransi 9,5 % per tahunnya.

Lantas, bagaimana cara menghitung cicilan per bulan yang harus Susi bayarkan?

Ini dia jawabannya.

 

  • Menghitung uang muka

Biasanya, kreditur atau pihak leasing akan membebankan uang muka sebesar 20 % dari harga motor. Jadi jika harga motor yang diinginkan Susi sebesar 20 juta, maka Rp 20.000.000 x 20 % = Rp 4.000.000

  • Mencari nilai suku bunga

Untuk menghitung bunga yang harus dibayar setiap bulannya adalah dengan mengalikan plafon, tenor, dan persen suku bunga.

Jadi, Rp 15.000.000 x 3 tahun x 8 % = Rp 3.600.000

  • Menghitung cicilan per bulan

Cara menghitung cicilan setiap bulan adalah dengan cara menambahkan plafon kredit dengan suku bunga, lalu dibagi dengan jumlah bulan jangka waktu yang Susi pilih.

Maka bisa dituliskan (Rp 15.000.000 + Rp 3.600.000) : 36 = Rp 18.600.000 : 36 = Rp 517.000

  • Biaya asuransi

Untuk menghitung biaya asuransi ialah sebagai berikut.

Rp 20.000.000 x 9,5 % = Rp 1.900.000

 

Untuk bulan pertama saat Susi membeli motor tersebut, Susi perlu membayar jumlah antara uang muka, cicilan bulanan, premi asuransi, dan biaya administrasi seperti berikut.

Rp 4.000.000 + Rp 517.000 + Rp 1.900.000 + Rp 50.000 = Rp 6.467.000

Nah, jadi jumlah uang yang harus dibayarkan oleh debitur di bulan pertama sebesar Rp 6.467.000

Nah, itulah contoh simulasi kredit motor. Setiap kreditur memiliki sistem yang berbeda dengan ketetapan masing–masing yang berbeda pula. Oleh karena itu, pelajari terlebih dahulu supaya Anda bisa menaksir angsuran yang harus Anda bayarkan setiap bulannya agar tidak melebihi kemampuan Anda. Kunjungi pula situs https://www.cekaja.com/kredit-kendaraan-bermotor untuk mengetahui tata cara kredit kendaran motor baik yang bekas ataupun yang baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *